Cerita Hot Dewasa Pemerkosaan Brutal

Cerita Hot Dewasa Pemerkosaan Brutal

Cerita Hot Dewasa Pemerkosaan Brutal

Cerita Hot Dewasa – Di sebelah kamar Almira adalah kamar Miranda. Miranda termasuk seorang perempuan yg berkulit putih bersih juga. Mirip dgn Almira, memiliki tubuh yg langsing semampai, akan tetapi dgn buah dada yg lebih membulat dan bokong yg lebih padat berisi.

Waktu Parto dan Steven mengetuk pintu dan mengucap salam, Miranda sedang mendengarkan musik mp3 seraya membaca sebuah novel.

“Wah tumben ada yg dateng malam-malam. Siapa ya?” pikirnya. Miranda waktu itu menggunakan terusan batik. Dia buru-buru mengecilkan suara mp3 dari laptopnya dan meletakkan novel di meja. Tak lupa dia menyambar kerudung coklat untuk dia pakai sebelom membuka pintu.

Begitu pintu dibuka, Miranda kaget melihat kedua laki-laki yg tak ia kenal. Kedua laki-laki itu pun langsung memaksa masuk dan mendekap tubuh Miranda.

Akan tetapi Miranda bukan perempuan sembarangan, dia adalah pemegang sabuk coklat beladiri judo Waktu Steven maju dan mencengkram lengan irinya, dgn refleks yg sudah terlatih hempaskan tangan Steven yg mencengkram lengannya seraya kemudian membanting Steven ke samping. Parto yg menyaksikan kejadian itu buru-buru menutup pintu dan menguncinya.

Terkejut mendapatkan perlawanan, Steven bangkit lagi dan mencoba merengkuh terusan Miranda. Akan tetapi kembali Miranda berhasil mengelak bahkan kembali membanting tubuh Steven. Untungnya dia jatuh ke ranjang sehingga tak terlalu merasakan sakit.

Steven tak menyerah. Kali ini dia berusaha menjaga jarak dari Miranda dan mencoba melancarkan pukulan jab yg berhasil ditangkis Miranda.

Di sinilah kecerdikan Parto, dia bergerak cepat ke belakang tubuh Miranda, kemudian menendang punggung Miranda sehingga dia terjengkang ke depan.

Dari depan Steven langsung melancarkan tendangan lurus. Miranda yg kaget ditendang dari belakang tak sempat menangkis sehingga kaki Steven bersarang di perut Miranda. Perempuan itu terduduk menahan sakit.

Melihat Miranda mulai tak berdaya, Parto dgn cepat menarik baju perempuan itu dari belakang. Miranda terangkat berdiri seraya menahan perih di lambungnya. Kemudian Parto menghempaskan tubuh Miranda ke ranjang.

”Sialan nih bocah, berani-beraninya ngelawan gue,” ujar Steven. Steven yg kesal kerana dibanting Miranda dua kali langsung menindih tubuh Miranda di ranjang. Miranda tak bisa fokus untuk melawan kerana menahan sakit di perutnya.

Steven langsung menduduki perut Miranda yg terlentang dan membuka kedua tangan Miranda ke kanan dan kiri. Miranda baru akan teriak waktu sebuah tamparan keras mendarat di pipi kirinya.

Pipinya langsung merah bekas tangan Steven. Dari belakang Parto langsung memasang lakban di mulut Miranda.

Dalem kondisi ini, Miranda menjadi tak berdaya. Perutnya kesakitan dan diduduki Steven, sementara pipinya panas dan perih kerana ditampar dia tak bisa berteriak. Plak… sekali lagi Steven menampar pipi kanan Miranda kerana masih kesal dibanting oleh Miranda.

“Udah Steve, ntar abis mukanya. Sayg cantik-cantik gitu,” sergah Parto pada Steven.
Steven tersadar dari amarahnya, kemudian ia mulai menikmati kecantikan paras Miranda yg mulus. Terlihatnya mulutnya sedang merintih kesakitan dalem bekapan lakban, air matanya mulai mengalir.

Parto terus bekerja. Dia mengikat kedua tangan Miranda di atas kepala Miranda. Setelah itu dia mulai melepaskan celananya.

”Steve, gue duluan ya. Kau pegang dulu lah perempuan ini,” ujar Parto pada Steven.
”Oke, kau duluan lah, aqu nanti belakangan, biar puas kukerjai dia,” jawab Steven.

Maka Steven bergerak ke atas memegangi tangan Miranda, sementara Parto mulai mengangkat terusan batik Miranda hingga pinggang.

Parto dgn cekatan menurunkan celana training yg dipakai Miranda dan celana dalem kremnya. Parto sengaja meninggalkan sepasang kaus kaki terpasang di telapak kaki Miranda.

Kemudian ia kangkangkan kaki Miranda sedapatnya. Maka terlihatlah kemaluan Miranda yg masih tertutup rapat dihiasi rambut-rambut halus di atas dan sampingnya. Seperti halnya Almira, Miranda memiliki kemaluan yg berwarna putih seperti kulit tubuh lainnya.

Mulut Parto mulai menyosor kemaluan itu, kedua ibu jarinya menarik ke samping bibir kemaluan luar Miranda, sementara lidahnya berusaha menguak bibir dalemnya agar merekah.

Merasa bagian kehormatannya mulai dikerjai, Miranda mulai sadar dari perihnya dan berusaha berontak, akan tetapi waktu itu pula ia menerima tamparan lagi di pipi dari Steven sehingga ia kehilangan kekuatan lagi.

Parto terus berusaha melumuri kemaluan Miranda dgn ludahnya hingga licin. Baru kemudian dia terduduk mendekatkan kemaluannya yg sudah ngacung ke lobang kemaluan itu.

Diarahkannya moncong meriam itu ke target sasaran, dan mulai ia dorong pelan-pelan. Ia terus berusaha mendorong seraya kedua tangannya menahan kedua paha Miranda yg bulat supaya tak menutup.

Miranda berusaha bergerak menghindari sesuatu yg menerobos di lobang kehormatannya, akan tetapi bagian atas tubuhnya ditekan kuat-kuat oleh Steven.

Parto terus berusaha mendorong hingga perlahan mulai masuk. Kepala kemaluannya mulai menguak bibir dalem kemaluan Miranda. Perlahan kepala itu mulai tenggelam dan berusaha menembus selaput yg menghalangi.

Terus dia tekan hingga akhirnya selaput itu berhasil dia tembus. Kemudian masih terus ia tekan hingga batang kemaluannya mulai ikut masuk.

Miranda berusaha terus bergerak akan tetapi kakinya ditahan kuat-kuat oleh tangan Parto. Hingga akhirnya semua kemaluan Parto masuk ke kemaluan Miranda.

Kemaluan Parto merasakan dekapan yg sangat erat dari kemaluan Miranda, dekapan kemaluan perawan yg sudah lama ia tak rasakan sejak memerawani isterinya. Ia tarik sedikit kemaluannya, kemudian dia dorong lagi.

Semua ia laqukan perlahan untuk menikmati setiap gesekan kemaluan Miranda pada kemaluannya. Makin lama sodokannya makin cepat.

Waktu ia membuka mata maka terlihat perempuan pelajar yg manis dan masih berkerudung melenguh setiap ia sodokkan kemaluannya. Pemandangan itu terlihat sangat erotis baginya.

Buru-buru dia angkat terusan Miranda hingga Bhnya tersembul, langsung ia angkat pula BH itu ke atas sehingga kedua buah dada Miranda mencuat. Dia remas-remas kedua buah dada itu seraya mempercepat sodokannya.

Kombinasi antara pemandangan yg erotis ditambah ketatnya dekapan kemaluan Miranda pada kemaluannya membuat Parto tak tahan lagi. Maka ia semprotkan dgn kuat maninya di dalem kemaluan Miranda.

”Ah, kemaluan perawan, peret banget Steve,” ujar Parto seraya terengah-engah.

“iya, apalagi perawan galak kayak gini. Kau cepatlah gantian, aqu juga sudah tak sabar,” jawab Steven.

Sebenarnya tanpa dipegangi pun Miranda sudah sulit untuk melawan, alasan rasa sakit di kepala dan perutnya, ditambah lagi di kemaluannya membuat dia malas bergerak. Akan tetapi Parto dgn sigap menjaga tubuh Miranda sementara Steven melampiaskan hajat mesumnya.

“Hei, jangan lupa kau rekamlah dgn HPmu adegan ini,” ujar Steven mengingatkan. Maka Parto langsung mengeluarkan HPnya untuk merekam adegan mesum Steven memperkosa perempuan cantik ini.

Steven tak banyak basa-basi. Langsung ia keluarkan kemaluannya, dan ia gesekkan ke permukaan kemaluan Miranda.

Sesekali ia meraba rambut halus di atas kemaluan itu, kemudian dia cabut beberapa helai dgn kasar, membuat Miranda makin kesakitan dan meninggalkan ruam merah di bagian yg dicabut.

“Rasakan kau perempuan galak,” umpat Steven.

Kemudian Steven langsung memasukkan kemaluannya ke lobang kemaluan Miranda dan mulai menyodokkan dgn keras dan cepat. Ibu jari tangan kirinya menekan-nekan daerah chlitoris Miranda sementara tangan kanannya mencubiti ujung pentil kanan dan kiri Miranda bergantian.

Hal ini membuat Miranda terlonjak-lonjak akan tetapi bila ia mulai melawan waktu itu pula Parto menahan tubuhnya dan sesekali menampar parasnya. Steven terus melaqukan perbuatannya seraya tersenyum puas, berusaha mengerjai perempuan yg sudah membantingnya itu.

Steven tak lama bertahan kerana peretnya kemaluan Miranda. Begitu merasa akan keluar maninya, ia langsung meloncat dan membuka lakban penyumpal mulut Miranda.

Ia arahkan kemaluannya ke mulut Miranda yg ia buka paksa dgn tangannya, ia kocok kemaluannya kuat-kuat hingga maninya menyembur deras masuk ke dalem mulut Miranda.

Beberapa semprotan terakhir ia arahkan ke mata dan pipi Miranda. Jadilah paras manis itu berlumuran mani Steven bercampur air matanya.

Akan tetapi setelah maninya habis, tak serta merta ia menarik kemaluannya. Terlihatnya ia masih ingin mengeluarkan sesuatu.

Maka dalem beberapa detik memancarlah air kencing Steven ke dalem mulut Miranda dan ke mukanya. Miranda gelagapan terkena siraman air kekuningan yg sedikit berbau kopi itu. Semua itu terekam oleh HP Parto.

”Biar rasa kau perek galak,” umpat Steven lagi. Parto cuma geleng-geleng kepala melihat kegilaan kawannya itu.

Sementara enam kawanan mesum mulai bergerak mengendap ke lantai dua. Mokas maju paling depan dan Deneb paling belakang. Mereka terus mengendap seraya memperhatikan keadaan sekitar.

Sobirin : Gelap semua kamarnya, cuma kamar nomor sepuluh itu yg diujung yg lampunya nyala. Jangan-jangan yg dua sudah pada tidur.
Michel : Coba kuintip dulu kamar sepuluh.
Michel perlahan mengendap mengintip kamar sepuluh lewat jendela. Kebetulah gordyn jendela itu terbuka. Mata Michel mengintip perlahan, kemudian kembali lagi.
Michel : Ternyata mereka bertiga ada di kamar ujung itu. Bagaimana jadinya?
Aldo : Ya sudah, apabila begitu kita labrak sama-sama. Gimana? –semua mengangguk setuju.
Mokas: Tunggu dulu bentar. Coba kulihat kamar yg lain sebentar ya.
Aldo : Loh, mau apa lagi kau?
Mokas : Ah pokoknya sebentar lah.
Mokas masuk ke kamar delapan yg tak dikunci, kemudian keluar mengambil sebilah cutter.
Mokas : ini akan memudahkan pekerjaan kita.

Maka Aldo yg maju untuk mengetuk pintu kamar sepuluh, yg lain bersembunyi supaya tak terlihat apabila penghuni kamar mengintip lewat jendela. Mokas bersiap dgn cutternya untuk memberikan kejutan.

READ :  Cerita Dewasa Selingku Dengan Pembantu

Elma, Reina dan Yuli memutuskan untuk tidur bertiga di kamar sepuluh, kerana mereka bertiga sedikit penaqut. Elma berparas sangat manis, yg paling manis di antara kelima perempuan di sana.

Kulitnya paling putih, mukanya paling cantik, dan tubuhnya sangat langsing. Yuli juga kulitnya putih, akan tetapi tak seputih Elma. Tubuhnya lebih berisi. Sedangkan Reina kulitnya sedikit coklat gelap, akan tetapi tubuhnya yg paling montok.

Mereka bertiga sedang ngobrol seraya menunggu kantuk sebelom pintu itu diketuk. Elma yg tuan rumahnya kamar langsung berdiri dan menghampiri pintu. Mereka semua berterusan dan segera memakai kerudung begitu tahu ada yg datang.

Elma tak curiga sedikitpun jadi tak perlu merasa melihat melalui jendela dan langsung membuka pintu.

Pintu pun dibuka. Elma terkejut mendapati seorang pria yg tak ia kenal di hadapannya.

”A…ada apa ya Pak?” tanya Elma gelagapan.
Tak sempat dijawab, Aldo langsung mendorong pintu dan Mokas dgn cepat memiting leher Elma seraya menghunus cutter di parasnya.
“Jangan ada yg bergerak, jangan ada yg teriak, ato kawan kalian mati,” ujar Mokas mengancam Yuli dan Reina.
Semua kawanan mesum itu berhamburan masuk kamar dan menguncinya sementara Yuli dan Reina cuma terkejut menganga.
“A…ampun Pak, itu laptop gue di dalem tas dekat meja. itu dompet gue di meja. Jangan sakiti kami Pak…” Elma memohon pada Mokas.
Kawanan mesum itu tertawa terbahak-bahak.
“Kau pikir kami tak sanggup beli laptop hah? Kau pikir kami ga punya duit. Bodoh kau…” jawab Michel seraya tertawa.
“Ba…bapak mau apa Pak? Akan tetapi tolong jangan sakiti kami…” ujar Yuli berusaha membantu Elma.
”Tenang, kami tak akan menyakiti kalian, selama kalian bekerja sama. Mengerti?” ujar Mokas.

Yuli dan Reina cuma mengangguk lemah masih tak paham. Sementara Elma gemetaran kerana ada cutter di depan Steveungnya.

”Kamera, siapkan!” perintah Mokas. Maka Michel dan Deneb mengeluarkan HPnya masing-masing dan mulai merekam.
”Oke, sekarang kalian berdua buka baju kalian!” perintah Mokas pada Yuli dan Reina. Keduanya terhenyak tak percaya dgn apa yg mereka dengar.
”Cepat!!!” hardik Mokas lagi.
”Ja…jangan Pak, jangan…” pinta Yuli lirih.
”Jangan melawan! Apa kalian mau lihat leher kawan kalian ini putus? Cepat buka!!” ancam Mokas lagi. Mokas menguatkan pitingan pada leher Elma sehingga Elma mulai merasa tercekik. Hal ini menyebabkan Yuli dan Reina panik.
”Ba… baik Pak…” ujar Yuli pelan.

Kedua perempuan itu melirik satu sama lain kebingungan, tak bergerak. Akan tetapi Mokas menghardik lagi dan Elma mulai mengaduh kesakitan. Maka Yuli perlahan mulai membuka risleting belakang terusannya. Melihat Yuli melaqukan itu, Reina pun mengikutinya.

”Berdiri kalian berdua,” perintah Michel. Maka Yuli dan Reina pun berdiri di tengah kamar. Kemudian dgn perlahan mereka terus menarik resleting terusan mereka, hingga habis.

“Turunkan terusan kalian, cepat!” perintah Aldo.

Maka keduanya pun dgn sangat malu menjatuhkan terusan mereka di hadapan para lelaki mesum itu. Selama ini mereka selalu berkerudung panjang dan rapi kemana pun, bagaimana sekarang mereka akan bugil di hadapan lelaki yg tak mereka kenal sama sekali.

Cerita Hot Dewasa Pemerkosaan Brutal
Maka semua lelaki mesum itu mengeluarkan HPnya untuk mereka atau mengambil foto adegan ini kecuali Mokas yg masih menahan Elma. Kedua perempuan yg berkerudung sedada akan tetapi tak berpakaian kecuali pakaian dalem mereka.

Yuli dgn BH putih dan celana dalem putih, sementara Reina dgn BH pink dan celana dalem hijau.

Michel menyuruh mereka menyingkapkan kerudung mereka ke belakang sehingga bagian dada, perut, pinggang, paha hingga kaki kedua perempuan ini terpampang jelas.

Michel memerintahkan mereka untuk membuka BH mereka, meski dgn ragu dan perlahan akhirnya mereka membuka BH mereka. Terlihat meski kulit Reina lebih gelap, akan tetapi buah dadanya lebih besar daripada Yuli.

Mokas kemudian mendorong Elma ke arah kawannya. Mokas menyuruh Elma mengikuti apa yg dilaqukan Yuli dan Reina. Maka Elma pun mulai membuka terusannya diikuti dgn BH kremnya.

Buah dada Elma adalah yg terkecil di antara mereka, mungkin cuma segenggam telapak tangan, akan tetapi kulitnya benar-benar bening, ditambah sorot lampu kamar yg membuat tubuhnya berkilau keemasan.

”Oke, sekarang kalian buka celana dalem kalian. Cepat!” perintah Mokas seraya mengacungkan cutter pada Elma. Mereka bertiga yg sudah mulai berlinangan air mata tak bisa menolak. Perlahan mereka menurunkan celana dalem mereka hingga mata kaki.

Deneb : Amboi, ini perempuan bening betul, macam marmer saja. –seraya mengelus bokong Elma.
Sobirin : iya nih, kayanya paling bisa merawat diri ni perempuan. Lihat aja jembutnya, paling sedikit, paling rapi. Gak kaya yg dua ini, gondrong hahaha… –yg lain ikut tertawa.

Muka Yuli dan Reina bersemu merah mendengar komentar cabul para lelaki itu terhadap rambut keperempuanan mereka. Mereka terus mengambil gambar ketiga perempuan ini hingga puas.

Mokas : Oke kalian bertiga, berlutut. –ketiganya lalu berlutut menuruti perintah Mokas.
Lalu Michel, Aldo dan Deneb melepas celana mereka hingga kemaluan mereka mencuat. Kemudian mereka mendekatkan kemaluan mereka ke mulut para perempuan itu.
Mokas : Kalian hisap titit yg ada di depan kalian itu seraya kalian jilat. Cepat!!

Ketiganya kebingungan dan merasa jijik, di samping belom pernah sama sekali melaqukan blowjob sehingga tak tahu bagaimana memulai apa yg diperintah Mokas. Akan tetapi di samping rasa jijik, ada juga rasa penasaran kerana ini benar-benar pertama kali mereka melihat kemaluan lelaki dewasa secara langsung.

Batang-batang kokoh kehitaman dgn ujung lonjong meruncing kemerahan itu membuat birahi keperempuanan mereka menjadi terusik, meski mereka adalah perempuan-perempuan yg alim.

Mokas : Cepat atau kawan kalian ini mau kuguet kah? –Mokas mulai menghardik.
Kerana ketiga perempuan itu diam saja, Michel maju dan menempelkan kemaluannya ke bibir Reina.

Reina awalnya enggan, akan tetapi kerana dipaksa Michel dan kepalanya ditarik, maka mulut Reina pun terbuka. Michel mulai memasukkan kemaluannya ke dalem mulut Reina.

Michel : Mana lidahnya? Jilat kemaluanku ini yg benar. Jilat kepalanya. Awas jangan kena gigi, apabila kena kutampar kau –perintah Michel pada Reina.

Reina pun mulai menjilati kemaluan Michel. Yuli mulai melaqukan hal yg sama pada Aldo dan Elma pada Deneb. Sementara yg lain tetap merekam Kerana ketiga perempuan ini benar-benar belom pernah melaqukan hal ini, ketiga lelaki mesum itu tak merasakan kenikmatan yg diharapkan.

Michel : Sudah-sudah, gak enak. Dasar amatiran. –seraya menarik kemaluannya keluar, diikuti kawan-kawanya.
Sobirin : Oke, sekarang kalian bertiga duduk Mengangkang. Cepat!
Ketiga perempuan ini kemudian menuruti perintah itu. Mereka duduk di lantai, akan tetapi mereka merapatkan kaki mereka.

Sobirin lalu duduk dan mencontohkan cara duduk yg dia maksud. Duduk dgn kedua tangan bersandar di belakang, sementara lutut ditekuk dan mengangkang selebar mungkin.

Ketiga perempuan itu tentu tak mau kerana itu akan memperlihatkan daerah keperempuanan mereka dgn jelas. Akan tetapi Mokas kembali menempelkan cutternya ke tubuh Elma seraya mengancam sehingga mereka bertiga terpaksa mengikuti perintah Sobirin.

Kini ketiga perempuan itu benar-benar dipermalukan. Dgn kerudung panjang yg masih menempel di kepala mereka akan tetapi disingkapkan ke belakang, mereka duduk mengangkang seolah memamerkan keindahan buah dada dan kemaluan mereka kepada kawanan mesum itu.

Kawanan mesum itu berebut mengambil foto ketiganya, sementara paras mereka bertiga makin merah padam menahan malu.

Sobirin : Oke, sekarang kalian semua, kencing semua!
Reina : Ga…ga bisa Pak. Malu…
Sobirin : Halah pake malu segala. Mau kalian yg kencing, atau muka kalian mau kami kencingi hah?

Mendengar ancaman itu, ketiga perempuan tersebut berusaha mengikuti perintah Sobirin. Lebih baik pipis saja sekalian malu, toh kemaluan mereka sudah terlihat semua, daripada sudah malu, dipipisi pula. Mulai dari Yuli yg pertama air pipisnya memancar.

Kebetulan memang dia belom pipis dalem beberapa jam sehingga airnya paling banyak dan memancar paling jauh. Disusul Elma dan terakhir Reina yg paling sedikit pipisnya kerana baru setengah jam yg lalu dia pipis.

Air kencing ketiga perempuan itu spontan membasahi lantai kamar Elma yg beralas karpet tebal, dgn aroma khas yg sedikit pesing. Akan tetapi itu tak sampai memadamkan nafsu bejat keenam pria mesum itu, mahal makin membangkitkannya.

Kawanan mesum itu tertawa terpingkal-pingkal melihat pemandangan ini seraya berusaha mengambil gambar close up bagaimana kemaluan mereka memancarkan air seni. Elma memiliki kemaluan yg berkulit bening seperti Almira dan Miranda, beda dgn Yuli dan Reina yg kulit di sekitar kemaluannya sedikit gelap kehitaman, lebih gelap daripada kulit tubuh mereka.

Meski demikian untuk beberapa pria, kemaluan yg sedikit hitam justru lebih seksi daripada yg terang, apalagi apabila disekitarnya dihiasi rambut-rambut yg halus. Michel sampai membantu menyingkap bibir kemaluan Yuli supaya terlihat jelas lobang yg menyemprotkan air seni itu.

Kemudian Marco mengambil alih komando.

Marco : Baik, sekarang kalian menungging semua. Buka tudung kalian.
Ketiganya mulai melepaskan tudung masing-masing sehingga mereka sekarang benar-benar telanjang bulat.

Reina memiliki rambut paling panjang, hampir sepinggang, sementara Yuli dan Elma sama-sama sepunggung.

Marco : Kalian sekarang nungging semua. Buka kaki kalian lebar-lebar.
Mereka dgn ragu mengikuti perintah itu.

READ :  Cerita Dewasa Terbaru Candaan Berakhir Di Ranjang

Mereka mulai menungging seperti kuda menunjukkan kemontokan bokong mereka, dgn kaki dibuka lebar memperlihatkan keindahaan anus dan belahan kemaluan mereka dari belakang.

Marco mulai meremas bokong Reina dan menjilat anus dan kemaluannya. Reina merasa kegelian dan ingin tertawa akan tetapi ia tahan sekuat tenaga. Aldo melaqukan hal yg sama pada Yuli dan Mokas pada Elma.

Hal ini membuat ketiga perempuan tersebut terserang birahi, dimana dgn mahir ketiga lelaki mesum itu menjilat kemaluan para perempuan ini seraya sesekali meremas buah dada mereka.

Suasana makin memanas, ketiga penjilat tersebut makin bernafsu sementara tak sadar Yuli dan Elma melenguh setiap titik sensitif di kemaluan mereka tersentuh lidah para penjilat.

Penasaran dgn sebelahnya, maka para penjilat itu bergeser posisi untuk menikmati anus dan kemaluan perempuan disebelahnya. Ketiga kawan mereka yg lain juga tak ketinggalan ikut serta, sehingga semua lidah lelaki itu merasakan anus dan kemaluan ketiga perawan tersebut.

Aldo : Yg ini bo-olnya cantik nih, ada kerutan-kerutannya, ada bulunya pula –seraya menunjuk lobang anus Yuli.

Michel : Akan tetapi yg ini sempurna kawan, bening kali lobang bokong ini, tak ada yg hitam-hitam sedikitpun. Seingatku bo-ol perek-perek di tempat langgananku, alamak… hitam semua –Michel cekikian seraya memuji dan mengelus bokong Elma. Yg lain ikut tertawa.

Kemudian ketiga perempuan itu disuruh duduk mengangkang kembali. Bedanya, sekarang Elma disuruh menjilat kemaluan Yuli. Elma pun menurut dan membungkuk mendekatkan mulutnya ke kemaluan Yuli.

Awalnya dia merasa jijik, akan tetapi waktu bokongnya ditampar oleh Mokas, dia langsung menggerakan lidahnya menyapu bagian-bagian kemaluan Yuli. Yuli merasa kegelian sehingga sering menggelinjang dan matanya terpejam.

Entah apa yg dirasakan lidah Elma, cairan keperempuanan Yuli bercampur sisa air seninya, ditambah air liur pada lelaki mesum itu, kini ia harus menjilat semuanya.

Akan tetapi Reina tak tinggal diam, ia disuruh menjilat anus dan kemaluan Elma dari belakang.

Hal ini membuat Elma juga menggelinjang kegelian akibat sapuan lidah Reina. Sementara anus dan kemaluan Reina yg sedang menungging pun tak luput dari jilatan atau rabaan kawanan mesum di belakangnya.

Sudah bosan dgn jilat-menjilat, dan semakin kerasnya kemaluan mereka berenam, maka ditariklah ketiga perempuan itu ke ranjang. Ketiga penjilat itu kini akan menyetubuhi ketiga perempuan tersebut, sementara ketiga kawannya memegangi.

Marco mulai menggesekkan kemaluannya mencari titik yg tepat untuk menerobos kemaluan Reina yg dipegangi Deneb.

Mokas melaqukan hal yg sama pada Elma dipegangi Sobirin dan Aldo pada Yuli dibantu Michel. Maka tak lama terdengarlah jeritan dan erangan ketiga perempuan itu yg diperawani secara bersamaan. Persis yg terjadi pada Almira dan Miranda di lantai bawah.

Maka yg terjadi adalah pesta yg tak dibaygkan sebelomnya. Kerana ketiga perempuan itu sudah tak berdaya melawan, setiap pria mesum bisa menyelupkan kemaluannya di antara ketiga perempuan sementara rekannya membantu memegangi sang perempuan.

Hingga akhirnya keenam pria mesum itu benar-benar dapat merasakan legitnya ketiga liang sanggama para perempuan tersebut.

Perasaan sakit, jijik dan marah di dada ketiga perempuan itu bersatu dgn rasa nikmat yg tak terlawan di selangkangan mereka. Mata mereka terpejam selama dikerjai kawanan itu, akan tetapi mulut mereka tak jarang mengaduh atau mengerang.

Erangan ini justru menjadi hal yg erotis bagi kawanan mesum itu, sehingga mereka makin semangat memompakan kemaluan mereka ke kemaluan ketiga perempuan itu.

Maka tak jelas siapa ejaqulasi di mana. Lobang kemaluan ketiga perempuan itu kini berlumuran cairan mani yg putih kental kemerahan kerana bercampur darah kehormatan mereka.

Sementara tubuh mereka pun basah berlumur peluh, kerana mereka juga merasakan kenikmatan waktu kemaluan kawanan mesum tersebut mengaduk-aduk lobang kenikmatan mereka. Hingga ketiga perempuan itu terkulai lemas di ranjang.

Jam setengah dua belas, kesebelas pria mesum itu sedang berkumpul di ruang tengah, seraya merokok dan minum kopi yg dibuatkan oleh Pak Parmin sendiri. Kesepuluh rekannya terlihat tersenyum puas menikmati malam itu.

Mokas : Min, makasih banyak ya. Aqu tau kau orang yg setia kawan. Tak percuma kita datang jauh-jauh nengok kau, ternyata bisa menikmati perawan-perawan berkerudung itu.

Perkataan Mokas itu diiyakan dan disambut tawa oleh yg lain. Pak Parmin cuma tersenyum kecut.

Mereka terus ngobrol dan tertawa bercanda dgn suara keras sehingga membangunkan Mirna dan Bu Tinah di kamar. Kebetulan kerana malam itu sangat panas, mungkin juga kerana ada aura neraka yg malam itu beredar di rumah itu, membuat Bu Tinah dan Mirna kehausan.

Hampir bersamaan mereka keluar dari kamar masing-masing untuk minum di dapur. Sialnya untuk ke dapur harus melewati ruang tengah sehingga kesepuluh kawanan mesum itu serasa kembali di pancing kejantanannya.

Bu Tinah dan Mirna buru-buru ke dapur menghindari tatapan mata kawan-kawan Pak Parmin yg kurang mengenakkan. Michel yg dari awal sudah kesengsem melihat kemontokan Bu Tinah mulai bangkin nafsu jahatnya. Dia melirik ke Bryan yg juga bernafsu terhadap Mirna.

Michel : Hai Min, kita kan kawan akrab. Berhubung kau sudah serahkan bocah kosmu itu pada kami, bagaimana apabila kau biarkan aqu mencicipi isterimu yg montok itu Min?

Mendengar itu Pak Parmin langsung bangkit dari duduknya ingin menampar Michel, akan tetapi Mokas dan Parto menahan Pak Parmin.

Pak Parmin : Bangsat kamu, awas kamu berani-berani sama isteriku…
Michel : Sak, sudah tanggung nih. Kemaluanku pun ngaceng lagi lihat bokongnya isteri si Parmin, bagaimana menurutmu Sak? –Michel minta persetujuan Mokas.
Parto : iya Sak, udah kepalang tanggung, kita tambah lagi lah isteri dan bocah Parmin itu. Mumpung kita di sini. Gimana yg lain, setuju kah?

Yg lain menganggukkan kepala tanda mereka juga ingin merasakan bagaimana nikmatnya isteri si Parmin sehingga dia tak pernah lagi ke lokalisasi. Awalnya Mokas tak ingin sejauh itu, akan tetapi atas desakan kawan-kawannya, akhirnya ia setuju juga.

Robert kemudian mengeluarkan lakban dan membekap mulut Pak Parmin, sementara kedua tangannya diikat ke kursi. Mereka lalu menunggu Bu Tinah dan Mirna lewat ruang tengah itu.

Tak lama keduanya, datang. Keduanya langsung terkejut melihat Pak Parmin sudah dibekap dan diikat di kursi dgn sebuah pisau buah terhunus di lehernya yg dipegang oleh Mokas.

Mokas : Bu Tinah, Mirna, ke sini kalian –Mokas menghardik.
Bu Tinah : Bapak… Apa-apaan ini? Kalian apakan pasangankua?
Michel : Maaf merepotkan Bu. Akan tetapi begini, kami ini dulu sama-sama sering ke perekan. Akan tetapi sejak Pak Parmin menikah dgn kau, kenapa Pak Parmin jadi tak pernah ikut lagi. Jadi Bu, sekarang kami ini, istilah ingin mencicipi kenikmatan ibu…
Bu Tinah menggelengkan kepala tanda tak percaya.

Bu Tinah : Ndak, ndak mungkin. Pasangan gue ndak pernah itu ke perekan. Dia bersih kok. Kurang ajar kalian. Sudah bertamu, malah nuduh macam-macam.

Mokas : Kau berdua jangan coba-coba melawan, atau kuguet si Parmin ini.
Melihat pasangannya terancam sebilah pisau, Bu Tinah jadi bingung. Dia ingin teriak keluar, akan tetapi taqut pasangannya menjadi korban.

Bu Tinah : Tolong Pak lepaskan pasangan gue. Dia sudah baik sekali sama kalian. Salah apa dia?
Bryan : Salah dia ya kerana dia punya isteri semontok kau dan bocah perempuan secantik Mirna ini.
Mokas : Bu, kami tak akan menyakiti siapa pun asal ibu dan Mirna mau mematuhi perintah kami. Mengerti Bu?
Bu Tinah : Ndak, aqu ndak sudi nurut perintah kalian. Pergi kalian. –Bu Tinah mulai mengusir.

Kerana Bu Tinah tak menurut, maka Mokas merasa perlu melaqukan sesuatu. Di iriskannya lah sedikit pisau itu ke pipi Pak Parmin sehingga mengeluarkan darah. Melihat hal itu nyali Bu Tinah jadi ciut.

Mokas : Kau dengar ya, aqu ga akan ragu menyayat pasanganmu apabila kau tak nurut. Mengerti kau?
Bu Tinah : i…iya Pak. Ma..af…
Bu Tinah dan Mirna mulai panik melihat darah mengucur di pipi Pak Parmin.
Michel : Nah sekarang kalian nurut kan. Baik, ke sini kau Ani. –Bu Tinah mendekat perlahan bergandgn dgn Mirna. Sementara Michel mulai menurunkan celananya.
Michel : Hisap kemaluanku Ani, seperti kau hisap kemaluan si Parmin. Cepat!!

Bu Tinah disuruh berlutut dan sempat tertegun mendapati kemaluan lelaki lain di depannya. Selama ini kemaluan yg pernah ia lihat dan hisap cuma kemaluan pasangannya.

Kini kemaluan Michel yg lebih hitam dan lebih besar daripada punya pasangannya menunggu untuk ia hisap. Ia sempat bimbang, akan tetapi setelah melihat darah mengucur di pipi pasangannya, ia langsung melahap kemaluan Michel.

Michel merasakan kenikmatan yg unik melihat kemaluannya dikulum oleh isteri kawannya sendiri, seorang perempuan yg berkerudung.

Tak seperti para pelajar tadi, Bu Tinah tentu lebih berpengalaman dalem memberikan oral seks. Michel bisa merasakan jilatan lidah Bu Tinah di kepala kemaluannya dan lobang kencingnya.

Michel : ini baru hisapan top, gak kaya amatiran tadi, udah ga enak, kena gigi terus. Untung tak lecet kemaluanku.

Semua tertawa mendengar pujian Michel. Bryan yg dari tadi sudah tak sabar ingin menikmati tubuh Mirna memanggil Mirna ke dekatnya. Mirna mendekati Bryan perlahan seraya ketaqutan.

Bryan : Hei Mirna, kau lihat apa yg ibumu laqukan itu pada Om Michel, sekarang kau juga laqukan padaqu. ini, hisap! –seraya menyodorkan kemaluannya yg juga sudah mengacung.

READ :  Cerita Seks Terbaru Perawan Cinta Pertamaku

Mirna juga belom pernah melaqukan blow job, dan ini juga pertama kalinya dia menghadapi sebuah kemaluan lelaki orang dewasa yg sedang tegak.

Digenggamnya batang kemaluan Bryan seraya gemetaran, kemudian lidahnya mulai menjilati kepala kemaluannya, mencontoh jilatan ibunya pada kemaluan Michel.

Dan kawanan mesum itu mulai berbaris. Aldo, Marco dan Robert di sisi Michel menunggu giliran kemaluannya diservis oleh Bu Tinah, sementara Steven, Parto, Sobirin dan Deneb menunggu giliran diservis Mirna.

Apa yg terjadi sungguh memilukan Pak Parmin, melihat dua orang perempuan kesaygannya harus mengoral kemaluan kawan-kawannya yg keterlaluan.

Tangan-tangan mereka mengelusi kepala Bu Tinah dan Mirna yg masih terbungkus kerudung, kadang ditarik kadang ditekan untuk memberikan efek kenikmatan sendiri pada kemaluan mereka.

Merasa cukup melihat Bu Tinah mengoral kemaluan kawannya. Michel memanggil Bu Tinah ke arah sofa tempat ia duduk dgn santainya di ruang tengah itu.

Michel : Hei Tinah, kemari kau. Sekarang kau buka bajumu itu semua, kecuali kerudungmu ya.

Bu Tinah sebenarnya sudah mulai terangsang kerana matanya baru menikmati empat kemaluan mengacung yg semuanya lebih gagah daripada punya pasangannya. Ditambah keadaan pasangannya yg masih terancam pisau, dia tak pikir panjang untuk mulai melepas terusannya hingga jatuh.

Ternyata Bu Tinah cuma memakai celana dalem dan tak memakai BH kerana dia memang jarang tidur memakai BH. Kerudung pendek yg ia gunakan tak mampu menutupi buah dadanya yg lonjong tanda mulai turun.

Marco : Wah pantas saja Parmin betah tidur sama si Tinah ini, ga pernah pake BH. Kapan saja mau susu, dia tinggal nyeruput hahaha… –kawannya yg lain ikut tertawa.

Michel memainkan HPnya sebentar sehingga tak lama terdengarlah sebuah lagu dangdut darinya.
Michel : Tinah, coba kau hibur kami. Kau berjogetlah ikuti lagu ini. Coba kau liukkan bokong dan pinggulmu ya.

Bu Tinah tak punya pilihan lain kecuali mengikuti perintah Michel. Sebenarnya dia tak pandai menari, maka dia sebisanya saja mengikuti alunan lagu itu.

Aldo : Coba kau buka celana dalemmu itu seraya meliukkan pinggulmu.

Bu Tinah pun mengikuti perintah Aldo. Dia menurunkan celana dalem pinknya pelan-pelan melewati bokongnya, sampai pahanya, terus turun ke lututnya hingga keluar gelang kakinya.

Semua lelaki mesum itu mulai menikmati goygan Bu Tinah yg ternyata lumayan seksi. Bokongnya yg memang bahenol terlihat sangat indah bergoyg waktu diliukkan berputar, mirip goyg inul akan tetapi dgn gerakan yg lebih pelan.

Marco langsung mendekati Bu Tinah dan ikut bergoyg di belakangnya seraya tangannya meremas-remas bokong Bu Tinah dan kemaluannya terkadang di sentuhkan ke belahan bokongnya.Yg lain menonton seraya terus meremasi kemaluannya masing-masing.

Pak Parmin pun sebenarnya cukup menikmati pemandangan ini. Dia tak pernah menygka bahwa isterinya bisa menari seerotis itu. Akan tetapi kehadiran Marco di belakang Bu Tinah seraya menjamah bokong isterinya turut membuat emosinya tetap terbakar.

Waktu lagu habis, Bu Tinah pun dipanggil mendekat ke Michel di sofa. Michel meludahi kepala kemaluannya hingga mengkilap, kemudian menyuruh Bu Tinah mengangkang dan mengoleskan ludahnya di kemaluan Bu Tinah. Bu Tinah sempat menjerit tertahan kerana bagian sensitifnya tergesek tangan Michel.

Lalu Michel berbaring terlentang di sofa dan menyusuh Bu Tinah naik ke atasnya. Bu Tinah sempat ragu. Akan tetapi setelah melirik sebentar ke arah Pak Parmin, melihat pasangannya masih terancam pisau oleh Mokas, dia lalu naik ke atas tubuh Michel.

Bu Tinah mengerti keinginan Michel. Dia menggenggam kemaluan Michel, kemudian mengarahkan kepalanya ke lobang kemaluannya. Maka tak lama, kemaluan Michel pun sudah hilang ditelan kemaluan Bu Tinah.

Bu Tinah bergerak naik turun, kadang berputar, seperti halnya dia melayani Pak Parmin. Matanya terpejam tak ingin melihat paras Michel yg menjijikkan, sementara tangan Michel terus meremas buah dada Bu Tinah.

Tak lama kemudian Marco bergabung, mendorong tubuh Bu Tinah hingga tengkurap dan buah dadanya tepat di mulut Michel.

Sementara Marco mulai meludahi anus Bu Tinah hingga licin. Merasa sudah dicukup, maka didorongnyalah kemaluannya ke anus Bu Tinah. Awalnya Bu Tinah merasa kesakitan kerana ini pertama kalinya anusnya disodomi.

Akan tetapi kerana kenikmatan tersendiri di kemaluannya yg tersesaki kemaluan Michel yg lebih besar dari pada kemaluan pasangannya, ditambah pentil buah dadanya disedoti Michel, sakitnya tak terlalu terasa.

Aldo tak tinggal diam. Dia mendekatkan kemaluannya di mulut Bu Tinah. Melihat hal itu, Bu Tinah mengerti dan mulai mengoral kemaluan Aldo.

Jadilah semua lobang yg ada di tubuh Bu Tinah memberikan kenikmatan untuk kawan pasangannya, kecuali lobang telinga dan Steveung tentunya. Pak Parmin yg menyaksikan dari jauh pun mulai terangsang melihat isterinya terlihat menikmati ketiga kemaluan kawan-kawannya.

Sodokan kemaluan Michel pada Bu Tinah benar-benar menusuk hingga ke hati Bu Tinah sehingga dia mulai tak bisa menahan diri. Dirinya mengerang-erang kenikmatan melalui persetubuhan haram ini. Pinggulnya mulai bergerak tak karuan, kemaluannya mulai berkontraksi hingga tak tertahan lagi, dia mencapai puncaknya.

Waktu klimaks, gerakan Bu Tinah makin liar. ini membuat kemaluan Michel dan Marco terasa makin tersedot dan terputar sehingga mereka berdua pun tak kuat menahan kenikmatan itu, masing-masing memuncratkan maninya yg tinggal sedikit ke lobangnya masing-masing.

Aldo yg melihat gerakan erotis Bu Tinah pun langsung mengocok kemaluannya kuat-kuat hingga maninya menyembur ke paras Bu Tinah.

Tubuh Bu Tinah lunglai kelelahan, akan tetapi para lelaki langsung melepaskannya hingga Bu Tinah tertelungkup di sofa. Giliran Deneb, Sobirin dan Robert yg mengerjai Bu Tinah, dgn posisi yg sama, akan tetapi kini Bu Tinah terlentang, tak lagi tengkurap.

Deneb di bawah memasukkan kemaluannya ke anus Bu Tinah, Sobirin di atas juga memasukkan kemaluannya ke kemaluan Bu Tinah dan Robert mengocokkan kemaluannya ke mulut Bu Tinah.

Bu Tinah cuma bisa pasrah tubuhnya dihentak-hentakkan dari bawah dan atas dgn kemaluan-kemaluan kawan pasangannya yg mengisi lobang-lobang dirinya.

Pak Parmin tak bisa berbuat apa-apa melihat isterinya mencapai klimaks oleh sodokan kemaluan kawan-kawannya.

Sejujurnya pemandangan isterinya yg bugil dan sering kelojotan seraya mengerang membuat birahinya juga bangkit, akan tetapi perasaan terhina pun menumpuk di dadanya melihat kawan-kawannya menjadikan isterinya lebih hina daripada seorang perek.

Sementara Mirna telah dibopong Bryan ke kamarnya. Seluruh pakaian Mirna dilucuti tak terkecuali kerudungnya. Dihempaskannya tubuh Mirna ke ranjangnya, kemudian Bryan langsung menindih tubuh perempuan itu.

Tubuhnya yg langsing lemah gemulai dan putih mulus sangat kontras dgn tubuh Bryan yg hitam dan gemuk.

Bryan sempat menjilat kemaluannya supaya licin sehingga ia lebih mudah memerawaninya. Mirna berteriak kesakitan waktu kemaluan Bryan mulai menembus keperawanannya, akan tetapi mulutnya dibekap oleh tangan Parto, sementara Steven menyaksikan seraya menunggu giliran.

Begitu Bryan selesai, Steven langsung mengambil posisi terlentang di ranjang itu, kemudian dibantu Parto, Mirna diposisikan di atas tubuhnya sehingga kemaluan Mirna pas menelan kemaluan Steven.

Mirna tak perlu susah-susah menggerakkan tubuhnya kerana Steven terlihat bernafsu menyodok-nyodok kemaluan Mirna dari bawah sementara tangannya menggeraygi buah dadanya yg masih dalem pertumbuhan.

Parto tak tunggu lama langsung mengambil posisi di belakang Mirna,dan berusaha menganalnya. Akhirnya lobang siswi SMA itu terisi depan belakang. Mirna cuma bisa pasrah.

Waktu menunjukkan pukul setengah satu waktu kawanan mesum itu telah kembali berpakaian lengkap.

Bu Tinah terlihat sangat kelelahan tertelungkup di sofa, masih tanpa busana, sementara Mirna di kamarnya menangis sesenggukan menahan perih di kemaluan, anus dan terutama perih di hatinya. Dia sama sekali tak menygkan keperawanannya akan terenggut dgn cara seperti ini.

Mokas : Oke Min, sekali lagi makasih untuk malam ini.
Michel : iya Min, jangan dendam ya. Apabila kau ingin mencicipi isteriku, kau datang saja ke rumahku. Nanti bisa kuatur ya…
ikatan dan sumpalan mulut Pak Parmin sengaja tak dilepas supaya tak melawan, dan biarkan saja isteri atau bocahnya nanti yg membukakan.

Parto : Kapan-kapan kami mampir lagi ya ke sini. Jangan kapok ya… hahaha…
Semua terlihat tertawa puas, dan mereka mulai meninggalkan rumah itu. Mereka memasuki memasuki dua buah mobil X**** yg mereka sewa dari kota J. Mokas menyetir mobil pertama, sementara Robert mobil kedua.

Mereka melihat sekali lagi ke rumah kosan itu, rumah yg telah memberikan mereka kepuasan seksual yg belom pernah mereka dapatkan sebelomnya, kepuasan semu, kepuasaan sesaat, bahkan mungkin, kepuasan terakhir mereka di dunia ini.

*Breaking News – Keesokan harinya*

Dua buah kecelakaan terpisah terjadi di jalan tol C dini hari tadi. Kecelakaan pertama terjadi di km xx dan kecelakaan kedua terjadi di km xx.

Uniknya kedua kecelakaan melibatkan minibus X**** dgn ciri yg sama, yaitu ban depan sebelah kanan lepas dan rem blong sehingga kedua minibus tak dapat dikendalikan kerana dalem kecepatan tinggi dan menabrak pembatas jalan, kemudian terguling beberapa kali sebelom akhirnya terlempar ke luar jalan tol.

Semua korban berjumlah sepuluh orang tewas. Korban tewas merupakan peserta rapat koordinasi sebuah departemen di Jakarta. Belom diketahui apakah kecelakaan ini kerana kelalaian atau sabotase…

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*